Jumat, 25 Desember 2009

Sea Sight of The Greece

Shirley was a beautiful woman of England. Yet, she was not young anymore she was 42 year old already. She lived in Liverpool, the city where she was born.

One summer, her best friend, Jane invited her to go to holiday in Greece. She never goes to Greece, she was curious about that country, so she decided to join with Jane in Holiday.

In the Greece they stayed in a hotel near the beach. There, they welcomed by a friendly man named Costas. He was the manager of the hotel. One evening Shirley went to the bar for some beverage, she found Costas stood there and they begun a conversation.

“You know, I have a boat located near this beach. Actually it belongs to my brother, but if you want, we can go for a ride tomorrow. What do you think?” said The man to her.

“Wow, it would be nice,” she accepted the invitation and she went with him next day. They enjoyed their trip very much, especially Shirley who never sails with a boat.

Actually, Shirley likes the sights of Greece, so after the first trip, she went out with the manager of hotel every day. As usual they swam, sunbathed and spent much time together in the sea. They enjoyed it very much.

The end of holiday came, Shirley had to go back. She was in Airport already but, suddenly she decided to not to go home to Liverpool, her home town. She thought, she wanted to stay in Greece. Then, this girl left the airport and went back directly to the hotel where Costas as the manager.

When she had arrived she saw Costas in the bar with a woman and she decided to hear their conversation.

“Would you like to go for a ride in my brother’s boat?” said costas inviting the woman. But, Shirley didn’t care about that and she came nearer to them.

Costas was shocked when he found Shirley standing beside him and the woman. He was extremely surprise, He got she smiled at him. Costas thought Shirley would angry with him but, she only told her purpose that she was looking for a job in his hotel.

Shirley was not angry when she knew the fact that Costas was a playboy, because She was not in love with that man but, she fallen in love with the Greece and the sea sights of it.

Kamis, 24 Desember 2009

Teologi Agama

1. Hubungan politik dengan telogi

Penyelesaian sengketa antara Ali ibn Abi Talib dan Mu’awiah Ibn Sufyan dengan jalan arbitrase oleh kaum Khawarij dipadang bertentangan ajaran Islam, berdasarkan Q,S Al-maidah(5):44. Siapa yang tidak menentukan hukum dengan. Apa yang diturunkan tuhan adalah kafir “.
Dengan demikian Ali, Mu’awiah, Abu Musa Al asy’ari dan Amr-Acs,menurut mereka, telah menjadi kafir. Kafir dalam arti keluar dari Islam., yaitu murtad, dan orang murtad wajib di bunuh. Merekapun memutuskan untuk membunuh ke empat pemuka itu.
Kafir ialah orang yang tidak percaya dan mu’min adalah, orang yang percaya pada Nabi Muhammad ajaran yang beliau bawa. Dengan kata lain,kata kafir di pakai untuk golongan di luar Islam. Tetapi kaum Khawarij memakai kata itu untuk golongan yang berada di dalam Islam sendiri. Di kalangan orang Islam dalam faham Khawarij telah ada orang yang bersifat kafir. Dengan demikian kata kafir mulai berobah dalam arti.

2.Kedudukan orang yang berbuat dosa besar dalam perspektif aliran-aliran teologi

Kaum Murjiah membawa faham yang sama sekali bertentangan dengan pendapat Khawarij. Orang Islam yang berdosa besar bagi mereka tidak menjadi kafir, tetapi mukmim. Soal dosa besarnya diserahkan kepada keputusan Tuhan kelak di hari perhitungan. Kalau dosa besarnya diampuni Tuhan, ia segera masuk surga, kalau tidak ia akan masuk neraka untuk waktu yang sesuai dengan dosa yang dilakukannya dan kemudian masuk surga.
Kaum Murjiah berpendapat bahwa orang Isam yang melakukan dosa besar masih mengucapkan kedua syahadat, masih orang mukmin dan bukan kafir atau musyrik. Orang Islam yang demikian mungkin masih mempunyai perbuatan-perbuatan baik yang akan menjadi imbangan bagi dosa besarnya kelak di perhitungan.
Kaum Murji’ah berpendapat bahwa perbuatan tidak dapat dipakai sebagai ukuran untuk menentukan Islam atau kafirnya seseorang. Yang menentukan hal itu adalah iman yang di dalam hati.
Ahli sunnah juga berpendapat bahwa orang Islam yang berdosa besar bukanlha kafir, tetapi tetap orang Islam. Soall dosa besarnya diserahkan kepada Tuhan untuk diampuni atau tidak diampuni, tetapi akhirnya ia masuk surga juga.

3.Jabariah dan Qadariah tentang kemauan dan perbuatan manusia

Faham Qadariah dipelopori oleh Ma’bad Al_Juhani dan Al-Dimasygi. Menurut faham mereka manusialah yang mewujudkan perbuatan-perbuatannya dengan kemauan dan tenganya. Manusia dalam faham Qadariah mempunyai kebebasan dalam kemauan dan kebebasan dalam perbuatan.
Faham Jabariah dipelori oleh Al-Ja’ad Ibn Dirham dan Jahm Ibn Safwan. Menurut faham Jabariah perbuatan manusia diciptakan Tuhan dalam diri manusia. Dalam faham ini manusia tidak mempunyai kemauan dan daya untuk mewujudkan perbuatannya.

4.Lima ajaran dasar Mu’tazillah (Ushul al-Khamsah)

Kaum Mu’tazillah dikenal mempunyai lima ajaran dasar : Al-Tahwid, Al-‘Adl, Al-Wa’ad wa Al-Wa’id, Al-Manzillah bain Al-Manzilatain dan Al-Amr bi Al-Ma’ruf serta Al-Nahy Al-Munkar.
Yang dimaksud dengan Al-Wa’ad wa Al-wa’id ialah bahwa Tuhan akan melaksanakan janji baik dan ancamannya. Kalau tidak dilaksanakan. Tuhan akan bersifat tidak adil. Apa yang dimaksud dengan Al-Manzilah bain Al-Manzilatain telah diterangkan diatas, dan ini hubungannya juga erat dengan faham keadilan menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat jahat.